Baru-baru ini ada klien yg membutuhkan file audio berformat .wav tetapi berisi 6 kanal. Pihak studio audio yang menjadi partner kami menyerah kebingungan. Terpaksalah kami ikut ribet demi selesainya pekerjaan ini.
Setelah googling ke sana ke mari, ada beberapa pencerahan. Umumnya format file audio dengan kanal lebih dari 2 (stereo) diperuntukan bagi surround-sound. Untuk 6 kanal, umumnya surround 5.1. ‘Format’ 5.1 biasanya menggunakan standar DTS atau AC3. DTS dulu dikenal sebagai Digital Theater Systems, tapi sekarang cukup DTS saja sebagai produk dari DTS, Inc. AC3 (atau Dolby Digital – backronym : Audio Codec 3, Advanced Codec 3, Acoustic Coder 3) adalah format surround yang dimulai oleh Dolby Laboratories. Format ini dikenal juga sebagai Dolby Digital 5.1 atau ATSC A/52, bedanya AC3 memiliki kemampuan untuk memiliki sampel audio hingga 48KHz.
Surround 5.1 menggunakan konfigurasi kanal Left, Center, Right, Left Surround, Right Surround + LFE (Low Frequency Effect). Yang agak membingungkan adalah konfigurasi channel-mapping di dalam file audio-nya. Umumnya file audio menggunakan sistem interleaving untuk tiap kanal. Urutan ini memerlukan standar tertentu untuk memastikan bahwa kanal L memang keluar di sebelah kiri atau kanal RS keluar di kanan samping/belakang.
Hasil dari riset channel mapping di internet :
- Aac: C – L – R – Ls – Rs – LFE
- Ac3: L – C – R – LFE – Ls – Rs
- Wav: L – R – C – LFE – Ls – Rs
- DTS: L – R – C – LFE – Ls- Rs
untuk encoding DTS, dibutuhkan software seperti surcode DVD DTS keluaran Minnetonka Audio Software, ataupun software/hardware yang berlisensi dari DTS, Inc. Untuk AC3 sepertinya lebih mudah karena banyak encoder yang beredar bebas bisa melakukannya (seperti WaveWizard, BeSweet, ffmpeg, dll.)
Ternyata yang lebih memusingkan adalah, klien kami membutuhkan format yg spesifik, bukan DTS ataupun AC3. Akhirnya, cara termudah untuk membuat 6-channel wav dari 6 file wav mono adalah menggunakan Audacity. Fitur ini baru muncul di Audacity versi 1.3.12b (waktu post ini ditulis, masih beta). Untuk memanfaatkannya, user harus mengaktifkan Preferences > Import/Export > Use Custom Mix. Yang kami lakukan adalah :
- Buat proyek baru
- Import 6 file mono
- Export, pilih format wav (dalam hal kami, 24bit, 48KHz)
- Pada bagian akhir proses export, muncul window untuk melakukan channel-mapping. Atur mapping sesuai kebutuhan.
- done
Yang perlu menjadi catatan adalah, format .wav memungkinkan untuk menyimpan lebih dari 2 kanal audio, bahkan ada yg pernah mencoba membuat wav dengan 64 kanal dan berhasil (for the sake of experiment). Tetapi, tidak dianjurkan untuk tetap memakai extension .wav karena umumnya media player mengharapkan file wav hanya memiliki 2 kanal dan tidak berhasil memainkan file tadi. Karena itu umumnya file wav dengan format AC3 menggunakan extension .ac3 dan dts menggunakan .dts atau .dtswav.
1 hal lain, seiring dengan pemakaian, sulit sekali mendapatkan PC system (Windows) yang benar2 identik dalam kemampuan memutar media. Hal ini disebabkan oleh banyaknya codec yang dimanfaatkan oleh content-creator dan pemasangannya pun kadang transparan dari pengguna. Jadi, bukan tidak mungkin sebuah file audio bisa diputar di PC tertentu dan gagal di PC yang lain. Salah satu yang mungkin bisa membantu (tidak 100%) adalah pemakaian aplikasi utility seperti G-Spot yg dapat mengenali codec yang dipakai dalam file tertentu dan juga menampilkan daftar codec yg tersedia di PC tersebut.

Satu lagi dari Dreamworks Animation.
Seri ke 4 dari franchise Fast and Furious (setelah The Fast and The Furious, 2 Fast 2 Furious, dan The Fast and the Furious: Tokyo Drift). Film ini mencoba mengumpulkan tokoh2 lamanya dengan time-frame di antara dan/atau bersamaan dengan FnF: TD. Dengan tag line : New model, Original parts; tokoh2 lama dari FnF 1 (dan 3) dikumpulkan. Dominic Toretto (
Bbrp minggu lalu, aku mendapat isu ada kemungkinan Watchmen tidak beredar di Indonesia karena nyangkut di LSF. Terlepas dari benar-tidak, karena minggu lalu ada kesempatan, aku menyeberang ke tetangga dan menontonnya di sana.
Film seri BBC yg tayang pertama tahun 2006. Beberapa waktu lalu liat di toko DVD (ya .. ya .. ya .. b@j@kan
Film ini udah lama (2007) tapi baru kulihat di TV satelit.
Adalah prequel. Mirip sewaktu akan nonton Star Wars: Revenge of the Sith, agak malas karena udah bisa menduga ending nya.


Komentar Terakhir