13
Des
08

Siggraph Asia 2008, Singapura

Setelah 10 tahun tidak mengunjungi lagi perhelatan akbar Siggraph di AS, terdengar kabar akan diadakannya event tadi di Asia. Representasi ACM Siggraph Singapura pernah berkunjung untuk mem-promosi-kan acara tadi. Menurutnya, acara ini di adakan versi Asia-nya untuk membuatnya lebih accessible. Biaya untuk mengunjungi acara ini di AS makin tinggi dan sulit dijangkau oleh sebagian besar penghuni Asia. Selain juga tentunya, sudah semakin sulit mendapatkan visa ke AS ditambah ketatnya pintu masuk negara itu sehingga membuat keengganan calon pengunjung Asia bertambah.

siggraph asia 2008

siggraph asia 2008

Siggraph Asia 2008 di Singapura diadakan pada tanggal 10-13 Desember 2008. Sayang, karena kesibukan di studio menyebabkan aku hanya bisa berangkat di hari terakhir.

Hari itu aku berangkat menyeberang memakai ferry pertama jam 0600 dari Nongsapura bersama Mande dan Elang. Di kapal, Elang dengan tertawa-tawa mengatakan kalau dia tidak diminta bayar fiskal. Paspornya memang dikeluarkan oleh imigrasi Batam tapi dengan alamat Yogyakarta, jadi seharusnya dia membayarnya. Sesampainya di Singapura, semuanya lancar buatku dan Mande, sementara keberuntungan Elang berbalik. Karena menggunakan paspor baru dan baru pertama kali mendatangi Singapura, dia terkena random-check imigrasi dan dipanggil untuk di’wawancara’ di ruang khusus. Akhirnya setelah sekitar 15 menit, dia berhasil melewati ‘cobaan’ tadi dan bergabung lagi. Dengan nada guyon aku dan Mande bertanya apakah dia sempat mengalami body-cavity-search.

Dengan menggunakan taxi dilanjutkan MRT dari stasiun Tanah Merah, kami menuju Bugis Junction untuk cari makan pagi, di mana lagi kalo tidak di McD D . Jam 930 waktu Singapura, kamipun berjalan kaki ke Suntec City yang hanya memakan waktu kurang dari 15 menit.

Setelah proses registrasi (yang sudah buka dari jam 7 pagi alias 0600 wib), kunjungan kami di perhelatan Siggraph Asia yang pertama pun dimulai. Kami hanya registrasi untuk mengunjungi pameran saja yang free-of-charge. Selain karena biaya untuk paket yg lain mahal, malam sebelumnya aku sempat lihat programme book milik misterdi dan nampaknya courses yang tersisa kurang menarik topiknya atau memang sangat nggak ngerti.

Karena hari masih pagi gedung Suntec Singapore Internation Convention and Exhibition itu masih belum ramai. Kami langsung menuju lantai 4 tempat exhibition diadakan. Begitu masuk langsung disambut oleh booth Autodesk. Lucu rasanya melihat 3 nama besar aplikasi 3d (Maya, Max dan XSI) di dalam satu booth. Mampir ke desk-nya untuk ambil panduan acara Autodesk dan memutuskan untuk kembali ke sana jam 12 siang untuk melihat demo Maya 2009 dan dilanjutkan Toxik 2009. Lalu seperti biasa, langsung menjelajahi venue untuk ‘browsing‘ dulu sebelum nantinya memutuskan apa, kapan dan di mana yg harus didatangi dulu dan selanjutnya. Ternyata pameran itu tidak terlalu besar, dengan cepat seluruh gangnya sudah dijelajahi dan hanya sekitar 70-an peserta pameran. Dari sekian banyak tidak terlalu banyak peserta yang memang sudah benar2 dikenal seperti Autodesk, IBM, ATI, nVidia (diwakili Leadtek), ChaosGroup, Lucasfilm Animation, Imagi, Rythm & Hues (menempel ke stand Malaysia), Pixar dan SideFX. Ditambah beberapa sekolah seperti Sheridan Global, 3dsense dll. Media diwakili idn, Animation Magazine, dll. Job fair oleh D-Neg, Animalogic, Ubisoft, dll.

Beberapa pembicaraan menarik diantaranya dengan Dylan Sisson dari Pixar yang tidak melakukan recruitment tapi untuk memasarkan produk Renderman. Pembicaraan yg cukup panjang dan cukup teknis mengenai pemanfaatan Renderman dalam Pipeline produksi, integrasi dengan Maya dan Shader Programming (yang aku timpali dengan manggut-manggut saja). Booth Pixar termasuk sepi pengunjung mungkin karena tidak mengadakan recruitment dan tidak banyak orang mengenal Renderman (paling hanya pernah denger saja). D-Neg tentang rencananya membuka D-Neg Singapura. Imagi (pembuat TMNT) yang akan meluncurkan Astroboy tahun depan, dilanjutkan Gatchaman dan Tusker di tahun-tahun berikutnya (padahal diawali dengan pembicaraan basa-basi, hanya karena mengincar goodie-bag Astroboy).

Booth Lucasfilm Animation hanya ramai pada saat presentasi recruitment oleh kepala bagian pelatihan mereka. Selain itu sesekali nampak orang menghampiri desk-nya untuk menyerahkan portofolio. Rythm and Hues cukup menarik pengunjung dengan presentasi the making of Hulk. Sempat mengunjungi booth Chaos Group, tetapi presentasi produk Vray-nya membosankan. SideFX hanya menempati booth yang kecil dan minim pengunjung juga, tetapi menguntungkan untuk peminat karena bisa mendapatkan private-demo Houdini hanya dengan menggunakan notebook. Booth ATI nampak lebih menarik pengunjung dibanding nVidia. Booth Animalogic kosong tanpa penjaga, hanya brosur ditumpuk di atas meja (denger-denger, hari sebelumnya masih ada orangnya).

Setelah berputar-putar sembari mengumpulkan pernik-pernik cindera mata (yang nggak terlalu banyak), jam 12 lewat aku kembali ke anjungan Autodesk. Agak terlambat mengikuti demo Maya 2009, sehingga hanya bagian dukungan Maya untuk pembuatan stereoscopic 3d. Dilanjutkan demo Toxik 2009 yang juga menekankan dukungannya pada stereoscopic compositing. Ditampilkan juga integrasi antara Maya dengan Toxik untuk membuat alur render-compositing lebih efisien.

Di ruang pameran aku tidak banyak bertemu dengan orang-orang yang kukenal sebelumnya. Yang sempat bertemu hanyalah Philip ‘Vampire’ (ICG), Budi Jiang (ICG), Candice Lee (ex-VHQ), Darwin (ex-IFW). Walaupun pada saat makan siang kami bertiga ditemani oleh Achmadi dan Raymond Chua.

Sempat mengunjungi bagian bookstore dan menemukan buku yang menarik, sayang mahal jadi menunda beli dulu. Akhirnya hanya beli kaos Siggraph 2009 Yokohama.

Jam 3 sore perjalanan dilanjutkan ke Orchard Road untuk ketemuan dengan teman-teman lain seperti Donny dan Arya (ditambah Nicky dan partner, dan rekan Donny yang Apprentice di Jedi Program). Elang berpisah karena masih mau lihat-lihat Computer Animation Festival dan Electronic Theater, memanfaatkan full-access badge milik misterdi.

Secara umum, Siggraph Asia menunjukkan potensi yang bagus. Walaupun kecil nampaknya fokus di acara seminar, workshop, courses, dan technical papers yang lebih geek-oriented tapi merupakan esensi dari perhelatan itu sendiri. Semoga di kemudian hari tidak terperosok seperti halnya CG Overdrive.

Perjalanan diakhiri dengan pulang ke Batam menggunakan ferry terakhir ke Nongsapura jam 2020 (1920 wib).

Bravo Siggraph Asia, sampai ketemu lagi tahun depan di Yokohama …. (kalau ada rejeki)


3 Tanggapan ke “Siggraph Asia 2008, Singapura”


  1. Senin, Desember 15, 2008 pukul 18:47

    hanya bisa termangu krn dollar masih tinggi dan jatah nyebrang sudah habis terpakai :(

  2. Rabu, Desember 24, 2008 pukul 12:42

    it’s a nice site. keep on updating

  3. Rabu, Oktober 14, 2009 pukul 08:36

    hihihihi… 2008 10 tahun lalu 1998
    aku yang 96, 97 masbro….
    coba ada lulusan siggraph… wakakakakakak… alumni nih.


Tinggalkan Balasan




 

Desember 2008
S S R K J S M
« Okt   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Halaman

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 2,494 hits

Flickr Photos

Moon + CLouds

Soekarno-Hatta T3

Soekarno-Hatta T3

More Photos

del.ico.us.ku

View Syah Inderaprana's profile on LinkedIn
Creative Commons License